2/28/2014

Yang Perlu Diketahui Tentang Herbal dan Detoxifikasi

PROSES PENYEMBUHAN DENGAN HERBAL DIMULAI DENGAN DETOXIFIKASI




Detoxifikasi adalah suatu sebuah proses penghilangan racun/toxin dari dalam tubuh. Hal ini bukanlah "efek samping" tetapi sebuah proses "tindak balas" yang merupakan awal bekerjanya herbal.
Produk Herbal tersebut melakukan pembersihan racun-racun dalam tubuh. Proses ini tidaklah berlangsung lama berkisar antara 3 sampai 7 hari jika kita rutin atau terus menerus mengkonsumsinya.




Tanda - tanda Proses Detoxifikasi  antara lain :
  • Rasa sakit kepala terutama dibelakang
  • Keluar penyakit kulit/bisul
  • Saklt pinggang
  • Batuk berdahak
  • Agak demam
  • Salesma ( jawa:mbeler)
  • Sakit kaki dari sendi
  • Muntah dan mual
Setiap orang mempunyai tindak balas yang berbeda-beda, tergantng dari penyakit yang diderta oleh orang tersebut.
Namun adakalanya proses tindak balas tersebut tidak ada gejalanya.

Sumber: Dari berbagai Artikel


1/17/2014

Bawang Dayak untuk Pengobatan Kanker, Jantung, dan Diabetes

        Sudah sejak lama bawang dayak dimanfaatkan sebagai obat aneka penyakit, antara lain sembelit, sulit buang air kecil, radang usus, disentri, luka, bisul, muntah, hingga penyakit kuning. Bukan hanya itu, beberapa penyakit berat, seperti kanker payudara, diabetes melitus, hipertensi, dan hiperkolesterol dipercaya dapat diatasi dengan bawang dayak. Meskipun demikian, studi mengenai manfaat bawang dayak untuk kesehatan masih belum banyak dilakukan.

Bawang dayak untuk obat hipertensi dan diabetes 
 
Menurut Prof Dr Sidik Apt (guru besar emiritus Fakultas Farmasi Universitas Padjajaran) bawang dayak mengandung alisin. Senyawa inilah yang bermanfaat menurunkan tekanan darah dan menurunkan kekentalan darah.
Kandungan naphtoquinones dalam bawang dayak dikenal sebagai antimikroba, antifungal, antivirial, dan antiparasitik. Selain itu, naphtoquinones memiliki bioaktivitas sebagai antikanker dan antioksidan. Bukan hanya naphtoquinones, kandungan alkaloid, flavonoid, glikosida, dan saponin juga mendatangkan khasiat kesehatan, yakni sebagai hipoglikemik atau penurun kadar glukosa darah untuk terapi penderita diabetes melitus. Sebuah studi preklinis yang dilakukan oleh Sa’roni, dkk. yang dipublikasikan pada Cermin Dunia Kedokteran tahun 1992 menyatakan bahwa bawang dayak memiliki efek anti-inflamasi atau antiperadangan.
 
Antioksidan, Penangkal Radikal Bebas
 
Tahukah Anda bahwa bawang dayak berkhasiat sebagai antimelanogenesis (mencegah timbulnya bintik atau titik-titik hitam di kulit) dan antioksidan (menangkal radikal bebas). Hal ini disebabkan oleh kandungan senyawa golongan alkaloid, flavonoid, steroid (triterpenoid), glikosida, glikosida antrakinon, dan saponin dalam bawang dayak.

Menurut Dr Sukrasno MS, farmakolog dari Sekolah Farmasi Institut Teknologi Bandung, bawang dayak kaya akan antosianin—senyawa pewarna alami yang memberikan warna merah pada bawang dayak. Menurut Prof. Dr. Sidik, Apt. (guru besar emiritus Fakultas Farmasi Universitas Padjajaran) antosianin merupakan antioksidan yang berperan menetralkan radikal bebas. Berkurangnya kadar radikal bebas dalam tubuh, risiko untuk menderita penyakit kanker, jantung, dan diabetes semakin berkurang.

Fenolik Sederhana dan Naphtokuinones, Agen Antikanker
 
Menurut de Padua dkk dalam Plant Resources of South East Asia tahun 1999, kandungan fenolik sederhana, tanin, quinines, dan antosianin dalam bawang dayak merupakan senyawa yang memiliki efek terhadap pengobatan kanker. Sebuah studi yang dilakukan oleh Vita Permanasari, Mahasiswa Fakultas Kedokteran UGM, menyatakan bahwa ekstrak bawang dayak memiliki kemampuan untuk menghambat perkembangan sel kanker darah manusia.

Sebuah riset ilmiah yang dilakukan oleh Himawan Budityastomo dari Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara membuktikan ekstrak bawang dayak dapat menurunkan tingkat ekspresi cyclin-E sel kanker rahim manusia. Turunnya aktivitas cyclin-E menyebabkan terjadinya apoptosis atau kematian sel kanker. Sementara itu, menurut Petr Babula (peneliti di Department of Natural Drugs, University of Veterinary and Pharmaceutical Sciences, Republik Ceko), naphtokuinones dalam bawang dayak merupakan senyawa yang berperan sebagai agen antikanker.

Bawang Dayak, Pemelihara Kesehatan Ginjal
 
Penelitian lain yang dilakukan oleh Arnida dkk dari Farmasi Universitas Lampung menjelaskan ekstrak bawang dayak dapat menurunkan kadar kalsium urine, meningkatkan volume air seni selama 24 jam (bersifat diuretik atau peluruh kencing), dan menurunkan pH air seni. Aktivitas diuretik pada bawang dayak bisa memudahkan penghancuran dan pengeluaran batu ginjal.

11/15/2013

WARISAN SUKU DAYAK

          Kapsul ALYCHINS berisi 100% ekstrak umbi bawang dayak Eleutherine palmifollia. Dinamai    bawang dayak, mengacu pada bentuk dan warna umbi yang mirip bawang merah Allium cepa.
          Suku Dayak di Kalimantan Tengah dan Timur memnafaatkan umbi tanaman famili Iridaceae itu untuk menyembuhkan berbagai penyakit,sehingga orang menyebutnya bawang dayak. Banyak juga orang mengenalnya sebagai bawang sabrang, bawang kapal, atau bawang berlian.
           Hasil penelitian menunjukan umbi bawang dayak mengandung zat aktif eleitherina, yaitu senyawa antioksidan, antibakteri, antikanker dan antiradikalbebas. Oleh karena itu bawang dayak dapat dipergunakan untuk mencegah dan mempercepat penyembuhan diabetes militus, kanker, tekanan darah tinggi, stroke, dan maag akut. Bahkan secara empiris bawang dayak dengan zat anti alergi-nya terbukti membantu penyembuhan anak - anak penderita autisme

11/11/2013


MENGENAL LEBIH JAUH TENTANG BAWANG DAYAK

     Bawang dayak atau bawang berlian (Eleutherine ) palmifolia adalah salah satu jenis tanaman yang berkhasiat bagi kesehatan.
    Eleutherine americana merr atau lebih dikenal bawang sabrang adalah tanaman herbal setinggi 30–40cm yang berasal dari Kalimantan. Orang Kalimantan menyebutnya Bawang Dayak karena memang berasal dari Kalimantan. Sementara orang luar Kalimantan menyebutnya Bawang Sabrang dikarenakan untuk mendapatkannya harus menyeberang (sabrang). Ada juga sebagian orang menyebutnya sebagai Bawang Berlian atau Bawang Arab.
Bawang Sabrang membutuhkan syarat hidup pada ketinggian antara 600 – 2000 m dpl. Sangat cocok bila berada pada lahan yang kaya akan belerang. Bentuk dan warnanya lebih mirip bawang merah lanang. Tanamannya sendiri memiliki ciri daunnya berbentuk pita sepanjang 15-20 cm, lebar 3-5 cm mirip palem dengan tulang daun sejajar. Bunga berwarna putih dengan kelopak berjumlah lima. 

    Penduduk lokal di Kalimantan sudah menggunakan tanaman ini sebagai obat tradisional. Bagian yang dapat dimanfaatkan pada tanaman ini adalah umbinya. Khasiat dari tanaman bawang dayak antara lain antikanker payudara, mencegah penyakit jantung, immunostimulant, antinflamasi, antitumor serta anti bleeding agent. 

     Bawang dayak  mengandung senyawa naphtoquinonens dan turunannya seperti elecanacine, eleutherine, eleutherol, eleuthernone. Naphtoquinones dikenal sebagai antimikroba, antifungal, antivirial dan antiparasitik. Selain itu, naphtoquinones memiliki bioaktivitas sebagai antikanker dan antioksidan yang biasanya terdapat di dalam sel vakuola dalam bentuk glikosida. Komponen antioksidan memiliki peranan penting bagi perlindungan kesehatan tubuh. Para ahli berpendapat bahwa antioksidan mampu mereduksi risiko penyakit kronis seperti kanker dan penyakit jantung. Penggunaan antioksidan alami saat ini dianggap lebih aman karena antioksidan alami diperoleh dari ekstrak tanaman. Antioksidan alami yang terdapat pada tanaman antara lain kelompok flavonoid berupa senyawa polifenol.  bawang dayak memiliki kelompok flavonoid.