7/06/2013

RAGAM OLAHAN BAWANG DAYAK



    
Beberapa Cara Mengolah Bawang Dayak

      Bawang Dayak (Eleutherina palmifolia L) merupakan salah satu jenis tanaman obat yang tumbuh di Kalimantan
Tengah, khususnya daerah Kotawaringin Timur. Masyarakat asli Kalimantan Tengah menyebutnya dengan
nama bawang kambek. Sedangkan masyarakat di luar Kalimantan mengenalnya dengan sebutan bawang Dayak.
      Bawang Dayak berupa tanaman herba dengan tinggi 40 cm yang dapat diperbanyak dengan anakan dan biji. Bagian
yang dimanfaatkan dari tanaman ini adalah umbi dan daunnya. Umbi bawang Dayak digunakan sebagai obat tradisional
oleh masyarakat, dipercaya dapat digunakan sebagai obat kanker dan penambah tenaga ibu setelah melahirkan.


Pembuatan simplisia Bawang Dayak:
1. Bawang Dayak dicuci, dipotong akar dan daunnya
2. Diiris dengan ketebalan 1-2 mm
3. Dikeringkan.














Pembuatan manisan Bawang Dayak:
1. Bawang Dayak dicuci, dipotong akar dan daunnya.
2. Diiris dengan ketebalan 1-2 mm
3. Dikukus selama 5 menit
4. Masukkan dalam larutan gula yang telah dibuat (gula ditambah air,
     perbandingan 1:1 b/v dimasak sampai kental sambil diaduk-aduk)
5. Dimasak sambil diaduk-aduk sampai kering, yang ditandai dengan
     adanya kristal gula.
















Pembuatan instant Bawang Dayak:
1. Bawang Dayak dicuci, dipotong akar dan daunnya.
2. Diiris, ditambah air 1 : 2 b/v (1 kg Bawang Dayak ditambah
dengan 2 liter air)
3. Diblender, disaring dengan kain blacu
4. Dimasak sampai mendidih sambil diaduk-aduk, ditambahkan
    gula 1: 1 b/b (1kg bawang Dayak, ditambah 1 kg gula pasir)
5. Diaduk terus sampai membentuk kristal (butir-butir halus)
6. Dinginkan, jika ukuran butiran besar, haluskan dengan blender

7. Kemas.
















Sumber : B A L A I  P E N G K A J I A N  T E K N O L O G I  P E R T A N I A N
                      K A L I M A N T A N T E N G A H
                      Unggul-Andal dalam Inovasi Teknologi dan Informasi Pertanian

6/07/2013

Rahasia Dibalik Bawang Dayak: Sembuhkan Prostat




Prostat Sehat Berkat (Bawang) Berlian



Ibarat pepatah sekali merengkuh dayung, dua tiga pulau terlampaui. Konsumsi bawang berlian bukan hanya membantu proses penyembuhan hiperplasia, tetapi juga masalah sperma terlalu encer sehingga sulit mendapatkan momongan. “Selama 15 tahun menikah kami belum dikaruniai keturunan,” cerita Eli yang positif hamil empat bulan berikutnya setelah Edwin rajin mengonsumsi bawang berlian. Kini mereka dikaruniai putri berumur 13 bulan.
Umbi bawang berlian manjur membantu mengatasi pembengkakan prostat.
Berurine saat-saat mencemaskan bagi Edwin Saputra-ia meminta nama sebenarnya tak disebut. Edwin merasa nyeri di pinggang dan perut. Itulah sebabnya, Edwin bergegas memeriksakan diri ke sebuah rumahsakit atas dorongan sang istri, Eli Sukmawati. Hasil rontgen pada 2009 menunjukkan bahwa terjadi pembengkakan kelenjar prostat. Untuk mengurangi rasa sakit akibat pembengkakan itu, Edwin disiplin mengonsumsi obat resep dokter.
Namun, sakit di pinggang tak kunjung reda. “Dokter menyarankan operasi jika pembengkakan semakin membesar,” kata Eli. Kondisi itu mengganggu pekerjaan Edwin karena ia perlu beristirahat 3-4 hari. “Ketika kambuh tangan dan kakinya dingin, muka pucat, dan tidak bisa tidur semalaman,” ungkap Eli yang berupaya mengurangi makanan bersantan bagi Edwin untuk mencegah perih di perut. Berdasarkan pengalaman, setiap kali mengonsumsi masakan bersantan, perut Edwin sakit.
Mendapat momongan
Kelenjar prostat merupakan kelenjar kelamin pria yang memproduksi cairan sperma. Ukurannya sebesar biji kemiri dengan posisi di bawah kandung kemih mengelilingi pangkal saluran kemih atau uretra. Prostat yang membengkak atau hiperplasia menyebabkan tekanan pada uretra alias saluran kemih. Dampaknya urine sulit keluar, persis pengalaman Edwin.
Menurut dr Agus Setiawan SpU, dari Rumahsakit Umum Persahabatan di Jakarta Timur, pembengkakan prostat akibat perubahan hormon testosteron menjadi dihidrotestosteron (DHT) dengan bantuan enzim 5 alfa reduktase. DHT itulah yang merangsang pertumbuhan sel-sel prostat tak terkendali. Penyebab lain, tidak seimbangnya hormon estrogen-testosteron. Semakin tua usia seseorang, hormon testosteron menurun, sementara hormon estrogen tetap. Kondisi tidak seimbang itu menyebabkan sel-sel prostat baru menurun, tetapi berumur lebih panjang sehingga prostat pun membesar.
Untuk mengatasi hiperplasia, Edwin memenuhi anjuran seorang rekan kerja yang menyarankan konsumsi bawang berlian pada 2010. Eli merebus irisan tiga siung besar atau enam siung kecil bawang berlian segar dalam tiga gelas air. Setelah mendidih dan tersisa segelas, ia mematikan kompor, dan menyaring saat ramuan hangat. Edwin mengonsumsi air rebusan bawang berlian sebelum tidur. Jadi, konsumsi segelas rebusan bawang berlian hanya sekali sehari.
Empat bulan rutin mengonsumsi rebusan Eleutherine palmifolia, kondisi Edwin mulai membaik. Sakit di perut dan pinggang mulai berkurang. Meski demikian, ayah satu anak itu tetap mengonsumsi bawang berlian agar kondisi tubuh membaik. Bahkan, Edwin juga kerap mengonsumsi bawang dayak itu sebagai lalapan. “Keluhan sakit pinggang dan perut sudah jarang kambuh,” cerita Eli.
Ibarat pepatah sekali merengkuh dayung, dua tiga pulau terlampaui. Konsumsi bawang berlian bukan hanya membantu proses penyembuhan hiperplasia, tetapi juga masalah sperma terlalu encer sehingga sulit mendapatkan momongan. “Selama 15 tahun menikah kami belum dikaruniai keturunan,” cerita Eli yang positif hamil empat bulan berikutnya setelah Edwin rajin mengonsumsi bawang berlian. Kini mereka dikaruniai putri berumur 13 bulan.
Terbukti
Bagaimana bawang berlian membantu mengatasi hiperplasia? Riset spesisifk bawang berlian untuk mengatasi pembengkakan prostat belum ada. Namun, Pusat Penelitian dan Pengembangan Farmasi membuktikan bawang berlian berefek antiinflamasi atau antiperadangan. Khasiat bawang berlian sebagai antiinflamasi mendekati fenilbutazon-obat antiradang yang umum digunakan. Infus umbi Eleutherine americana menghambat volume radang pada telapak kaki tikus pada dosis sama dengan rimpang temulawak, yaitu sebesar 480 mg/100 gram bobot tubuh.
Menurut Dr Sukrasno, farmakolog di Institut Teknologi Bandung, kandungan dalam bawang berlian adalah eleutherine. Eleutherine merupakan senyawa antioksidan yang berfungsi sebagai penangkal radikal bebas. Selain antioksidan, eleutherine juga memiliki peran penting lain sebagai antibakteri dan antikanker.
Khasiat bawang berlian untuk beragam penyakit sudah dikenal di kalangan herbalis. Lukas Tersono Adi, herbalis di Bintaro, Tangerang Selatan, Provinsi Banten, meresepkan bawang berlian untuk melancarkan alirah darah, stroke, dan kanker. Untuk penyakit kanker, Lukas meresepkan pada kanker yang berkaitan dengan darah, seperti leukemia. “Bawang dayak mampu membersihkan darah dari radikal bebas,” ungkap alumnus Universitas Diponegoro itu.
Sebagai pelancar aliran darah yang biasanya disertai gangguan pencernaan, Lukas meresepkan kombinasi bawang berlian dengan pegagan Cantella asiatica, daun dewa Gynura segetum, dan kunyit Curcuma domestica. Bobot masing-masing bahan itu 2-5 gram. Rebus ramuan itu dalam 5-6 gelas air hingga mendidih dan tersisa sepertiga atau setengahnya. Ramuan itu diminum 2-3 kali sehari. (Desi Sayyidati Rahimah/Peliput: Bondan Setyawan)
sumber : http://www.trubus-online.co.id/index.php/tulisan-lain/obat-tradisional/6535-prostat-sehat-berkat-berlian.html

CARA PENYAJIAN BAWANG DAYAK UNTUK MENGATASI DIABETES MELLITUS,MIOMA DAN MAAG




Cara penyajian Bawang Berlian untuk atasi diabetes mellitus, mioma dan mag



Eleutherine dan antosianin bawang berlian mudah larut dan terurai dalam air
Bagi warga Pulau Kalimantan, umbi bawang berlian Eleutherine americana adalah panasea karena selama ini dikenal sebagai penyembuh berbagai macam penyakit. Cara penggunaannya pun bermacam-macam. Mulai diseduh, direbus  dengan api kecil sampai dikonsumsi dalam bentuk kapsul.
Dalam mitologi Yunani, Dewi Panasea dipercaya sebagai dewi yang mampu menyembuhkan berbagai jenis penyakit dan memperpanjang umur. Oleh karena itu panasea menjadi sebutan untuk obat yang dapat menyembuhkan aneka penyakit. Sosok panasea itu ditemukan warga Pulau Kalimantan pada umbi bawang berlian Eleutherine americana.
Bawang berlian terbukti secara empiris mampu menyembuhkan berbagai penyakit seperti diabetes mellitus, mioma, dan mag. Hasil penelitian Alia Mustika Nur, alumnus Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan Institut Pertanian Bogor (IPB), menunjukkan umbi tanaman anggota famili Iridaceae itu mengandung senyawa naphtokuinones dan turunannya seperti elecanacine, eleutherine, eleutherol, dan eleuthernone. Naphtokuinones dikenal ampuh sebagai antikanker, antioksidan, antimikroba, anticendawan, antivirus, dan antiparasitik.
 Cara penyajian Bawang Berlian untuk atasi diabetes mellitus, mioma dan mag
Serbuk kering
Menurut Prof Dr Sidik Apt, guru besar emiritus Fakultas Farmasi Universitas Padjajaran, senyawa aktif dalam bawang berlian adalah alisin. “Senyawa itu dapat menurunkan tekanan darah dan menurunkan kekentalan darah,” ujar Sidik.
Dr Sukrasno MS, farmakolog dari Sekolah Farmasi Institut Teknologi Bandung, menuturkan bawang berlian juga kaya antosianin, yakni senyawa pewarna alami yang memberi warna merah pada umbi. Prof Sidik menuturkan antosianin berfaedah sebagai antioksidan yang berperan menetralkan radikal bebas. “Di antara senyawa-senyawa aktif itu, kemungkinan eleutherine dan antosianin yang paling banyak berperan,” ujar Sukrasno.
Menurut Sukrasno eleutherine dan antosianin bersifat mudah larut dan terurai dalam air. Oleh karena itu untuk memperoleh faedah senyawa aktif itu cukup gunakan pelarut air. Caranya dengan menyeduh irisan satu siung (30 gram) bawang dayak menggunakan segelas air panas, atau memanaskan dengan api kecil tapi tidak sampai mendidih. Sebab menutur Sidik, sebagian besar senyawa aktif pada tanaman mudah rusak bila dipanaskan lebih dari 900C. Dokter herbalis di Tangerang, Banten, dr Prapti Utami sepakat. Tubuh lebih mudah menyerap kandungan antioksidan bawang berlian hasil proses perebusan.
Sidik menyarankan untuk mengolah bawang berlian menjadi serbuk. “Dengan membuat serbuk, senyawa masih menyerupai aslinya, tidak terjadi degradasi,” ujarnya. Untuk membuat serbuk, cuci umbi segar, iris tipis 3 mm, kemudian keringkan. Pengeringan bisa menggunakan oven dengan suhu maksimal 400C hingga kadar air kurang dari 10%. Atau cukup kering anginkan irisan bawang dayak, tidak terkena sinar matahari langsung.
Irisan bawang sabrang kering setelah 2-3 hari bila temperatur 28-300C. Selanjutnya giling irisan kering itu menjadi serbuk. Untuk mengonsumsinya kita bisa menyeduh seperti yang disarankan oleh Valentina Indrajati, herbalis di Bogor, Jawa Barat. Sidik mengatakan hindari menyeduh dengan air mendidih, cukup dengan air matang tapi hangat. Serbuk bawang berlian juga dapat dikemas dalam kapsul. Namun, dalam bentuk itu tubuh lebih lama mencerna bawang dayak karena mesti mengurai selubung kapsul dahulu.
Manisan
Olahan lain dalam bentuk manisan seperti dilakukan oleh Ronny Yuniar Galingging dari Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Kalimantan Tengah. Cara membuatnya mudah. Cuci bersih bawang dayak, potong akar dan daun, lalu iris dengan ketebalan 1-2 mm. Kukus irisan bawang dayak itu selama 5 menit. Setelah itu masukkan ke dalam larutan gula dengan perbandingan gula dan air 1:1. Masak sampai kental dan terbentuk kristal gula.
Lukas Tersono Adi, cara konsumsi bawang dayak bisa dalam bentuk rebusan, seduhan, kapsul, maupun lalapan
Sukrasno menyarankan sebaiknya saat mengolah gunakan umbi bawang dayak segar. “Bahan segar memiliki zat aktif yang masih lengkap,” katanya. Oleh karena itu herbalis di Tangerang Selatan, Provinsi Banten, Lukas Tersono Adi menyarankan penyuka lalapan untuk mengonsumsi bawang berlian segar. Konsumsilah 3 umbi berukuran sedang atau   4-5 umbi berukuran kecil saat makan sebanyak 2 kali sehari. Agar umbi segar tahan lama, simpan di tempat yang tidak terkena matahari langsung dengan ventilasi cukup agar udara tidak lembap. “Penyimpanannya seperti bawang merah di dapur. Kalau lingkungan terlalu lembap umbi mudah tumbuh tunas,” ujar Sukrasno.
Namun, cara itu hanya mampu mengawetkan bawang dayak selama sepekan. Sukrasno menuturkan supaya lebih awet simpan bawang berlian dalam bentuk bawang rajang kering. Dalam bentuk kering bawang tahan simpan hingga 2 tahun, asalkan tidak ada infeksi cendawan. Ciri bawang kering rusak jika direbus warnanya tidak merah, melainkan cokelat.
Prapti Utami menyarankan sebaiknya kita mengonsumsi olahan bawang berlian satu jam sebelum makan. “Pada kondisi itu lambung dalam keadaan kosong, sehingga penyerapan herbal lebih maksimal,” ujar alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro itu. Bagi pasien yang memiliki gangguan lambung seperti mag, sebaiknya konsumsi herbal dua jam setelah makan. Pada saat itu tubuh telah mencerna sebagian makanan dan sebagian  lambung sudah kosong. (Desi Sayyidati Rahimah, Andari Titisari dan Bondan Setiawan trubus-online.co.id)
http://trubus-online.co.id/info-agro-manfaat-bawang-dayak-2-cara-penyajian-untuk-atasi-diabetes-mellitus-mioma-dan-mag/

6/05/2013

BAWANG DAYAK SI UMBI AJAIB PENAKLUK ANEKA PENYAKIT

MARI   MENGENAL LEBIH JAUH SI UMBI AJAIB


   Telah hadir buku yang mengulas tentang bagaimana dasyatnya SI UMBI yang berasal dari tanah Kalimantan untuk menaklukan aneka penyakit.
    Dilengkapi dengan kesaksian dari peng konsumsi bawang dayak yang dapat sembuh setelah mengkonsumsi umbi tersebut.
    Dapatkan manfaat dalam buku ini untuk membantu anda, ditoko buku dikota anda.
Semoga bermanfaat. Salam Herbal............

2/13/2013

Rahasia Dibalik Bawang Dayak : Pereda Autisme

Umbi Pereda Autisme

Cetak E-mail

Bawang dayak membantu penderita autis yang hiperaktif menjadi lebih tenang dan mudah berkonsentrasi. 

Pagi itu Chusnur Ismiati mengajak anaknya, Rahardika Teguh Hendrarto, memasak nasi goreng di dapur. Chusnur menyediakan semua bahan nasi goreng seperti nasi, bawang merah, bawang putih, dan cabai. Sementara Dika-sapaan putranya-menjadi kokinya. Ia menghaluskan bumbu, kemudian menggorengnya bersama nasi. Beberapa saat kemudian, nasi goreng buatan Dika tersaji di meja makan. Chusnur lalu mencicip sesendok makan. “Nasi goreng racikan Dika cukup enak,” ujarnya.









Menurut dokter spesialis kejiwaan di Rumahsakit Metropolitan Medical Centre Kuningan, Jakarta Selatan, dr Melly Budhiman SpKJ, perkembangan Dika seperti itu merupakan perubahan yang signifikan. “Jika sudah terlihat bakatnya, dorong terus dan kembangkan. Itu akan berdampak baik bagi perkembangan Dika,” katanya. Seorang individu autistik bukan berarti tak mampu berprestasi. Salah seorang pasien yang pernah Melly tangani bahkan menjadi sarjana. Melly menceritakan di Singapura ada restoran yang seluruh pekerjanya individu autistik.





Bawang dayak
Perubahan positif itu terlihat setelah Dika rutin mengonsumsi kapsul bawang dayak pada 2008. Dika mengonsumsi 2 kapsul bawang berlian itu 3 kali sehari yakni pada pagi sebelum makan, serta siang dan sore setelah makan. “Pada pagi Dika mengonsumsi kapsul sebelum makan karena bawang dayak berefek mengenyangkan,” kata Chusnur. Dengan begitu Dika tidak terdorong jajan di sekolah. Harap mafhum sistem pencernaan individu autistik biasanya sangat peka sehingga mudah terganggu, misal menjadi diare, bila mengonsumsi sembarang makanan.

Setelah 10 hari mengonsumsi bawang sabrang, perubahan positif mulai terlihat. “Dika menjadi lebih tenang dan mudah diarahkan,” kata alumnus Fakutas Hukum Universitas Brawijaya, Malang, Jawa Timur, itu.
Dika diketahui mengalami gejala autis pada umur 2 tahun. Saat itu Chusnur mengajak Dika membeli sayuran ke pasar. Tanpa sebab jelas Dika berjalan menjauh dari sang ibu. Dika tidak hirau ketika Chusnur memanggil agar ia kembali. Dika terus berjalan menjauh.
Semula Chusnur menduga Dika mengalami gangguan pendengaran. Ia lalu membawa Dika ke dokter spesialis bagian telinga, hidung, dan tenggorokan (THT) di salah satu rumahsakit di Surabaya, Provinsi Jawa Timur. Hasil diagnosis dokter fungsi pendengaran Dika normal. Dokter menyarankan Chusnur menemui psikolog setelah mendengar cerita perilaku sehari-hari Dika.

Hasil diagnosis psikolog Dika menyandang autisme. “Autisme adalah gangguan perkembangan pada anak, bukan suatu penyakit,” kata dr Melly. Lazimnya autisme muncul pada anak yang memiliki kelemahan genetis. Misalnya alergi tinggi terhadap suatu makanan dan ketidakmampuan tubuh mendetoksifikasi racun. Alergi itu dapat memperberat gejala autisme jika tidak segera ditangani. Kelemahan genetis muncul dari orangtua. Menjaga asupan makanan dan menghindari sumber polusi saat ibu hamil salah satu cara memperkecil risiko anak terkena autisme.
Kasus autisme di Indonesia dan dunia semakin meningkat setiap tahun. Pusat Kontrol dan Penanggulangan Penyaki (CDC) melaporkan dalam dokumen tertanggal 29 Maret 2012 bahwa satu dari setiap 88 anak di Amerika Serikat terdeteksi mengalami autism spectrum disorder (ASD). Perbandingan anak laki-laki dan perempuan yang terkena autis 4:1.
Sayang di Indonesia belum ada sensus individu autistik sehingga jumlah anak yang terkena autisme tidak diketahui secara pasti. Ketika seorang anak menunjukkan gejala autisme, sebaiknya segera periksa ke ahli psikologi. Semakin cepat terdiagnosis, semakin besar peluang anak itu kembali ke jalur perkembangan seharusnya. Gejala autisme biasanya muncul pada umur 3-4 bulan atau pada usia 1-2 tahun.

Antialergi
Pada 2008 Chusnur memperoleh informasi tentang khasiat bawang dayak dari sepupunya yang membaik pascaoperasi tumor kelenjar hipofisis. Chusnur berharap Eleutherina americana juga dapat membantu memperbaiki kondisi Dika. Upayanya  membuahkan hasil positif. Kini ia bisa mencicipi nasi goreng buatan anak tercinta.
Bagaimana duduk perkara bawang  dayak membantu memperbaiki kondisi individu autistik? Melly menduga bawang dayak mampu memperbaiki kondisi invidu autistik karena mengandung senyawa aktif yang berperan sebagai antialergi. Alergi pada individu autisme memperberat gejala autisme seperti hiperaktif dan tak bisa berkonsentrasi. Ketika alergi sudah teratasi, maka otak akan bekerja lebih baik sehingga anak menjadi lebih tenang dan mudah berkonsentrasi.

Herbalis di Tangerang Selatan, Provinsi Banten, Lukas Tersono Adi, menduga zat aktif pada bawang dayak bekerja memperbaiki metabolisme pencernaan individu autistik dan bersifat sebagai antioksidan. Evi Mintowati Kuntorini dari Program Studi Biologi dan Maria Dewi Astuti dari Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat, Kalimantan Selatan menguji efek antioksidan umbi bawang dayak Eleutherina americana.
Hasil penelitian yang termuat dalam jurnal Sains dan Terapan Kimia itu menunjukkan nilai IC50 ekstrak etanol umbi bawang dayak sebesar 25,3339 µg/ml. Nilai IC50 menunjukkan bahwa ekstrak tersebut memiliki aktivitas antioksidan yang kuat, karena memiliki nilai IC50 kurang dari
200 µg/ml. Senyawa antioksidan berperan penting dalam mengurangi risiko berbagai penyakit.
Lukas menambahkan, kasih sayang dan perhatian orangtua turut mempercepat pemulihan anak autisme. Hingga kini Dika masih mengonsumsi kapsul bawang berlian dengan dosis lebih rendah yakni 3 kali sehari masing-masing 1 kapsul. “Saya berharap kondisi Dika terus membaik,” ucap Chusnur. (Riefza Vebriansyah)

:

sumber : http://www.trubus-online.co.id/index.php/topik/6370-umbi-pereda-autisme.htm

2/08/2013

Fakta Sahih Bawang Dayak


Rahasia Dibalik Bawang Dayak : Sembuhkan Kanker Payudara

Bantu Sembuhkan Kangker Payudara 
Dengan Bawang Dayak


-Ahli radiasi kanker Sekolah Kedokteran Harvard, Massachusetts, Amerika Serikat, Prof dr Jay R Harris MD, mengungkapkan 3-4% penderita kanker payudara di negeri Abang Sam meninggal setiap tahun. Kementerian Kesehatan mencatat pada 2008 pasien kanker payudara peringkat pertama terbanyak yang menjalani rawat inap di rumahsakit di Indonesia pada kurun 2004-2007. Pada 2004 jumlah penderita kanker payudara di Indonesia 5.207 pasien melonjak menjadi 8.277 kasus (2007).
Kanker itu muncul karena anomali pertumbuhan sel di jaringan payudara. Pemicunya beragam. “Genetik, hormon, dan radiasi bisa memicu pembelahan sel yang tidak terkendali sehingga menyebabkan kanker payudara,” ujar dr Putri Halleyana dari Klinik Universitas Padjadjaran. Meski mayoritas penderita kanker payudara adalah perempuan, tetapi pria tak kebal dari kanker payudara.
Terbukti berkhasiat
Menurut dokter dan herbalis di Tangerang Selatan, Provinsi Banten, dr Prapti Utami, secara empiris banyak tanaman obat seperti bawang berlian Eleutherine palmifolia yang berkhasiat sebagai antikanker. “Biasanya pasien mulai merasakan perubahan setelah konsumsi bawang berlian selama dua minggu,” ujar Prapti yang meresepkan dua kapsul bawang berlian 3 kali sehari untuk membantu mengatasi kanker payudara.
Riset dr Ivan Hendra Sudarmawan saat menyelesaikan program spesialis di Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret, Surakarta, Jawa Tengah, membuktikan khasiat bawang berlian antikanker. Ivan meriset secara in vitro ekstrak fraksi etanolik dan fraksi petroleum eter umbi tanaman keluarga Iridaceae itu menekan tingkat ekspresi sel kanker payudara. Ia menguji aktivitas antitumor kedua hasil ekstraksi itu-etanolik dan petroleum eter-melalui penekanan tingkat ekspresi p53 mutan alias protein 53.

P53 ialah penjaga sel dari mutasi genetik akibat kerusakan asam deoksiribonukleat (DNA). Hasil uji menunjukan kedua jenisekstraksi bawang berlian mampu menekan tingkat ekspresi p53 mutan galur sel kanker payudara T47D. Dengan tertekannya ekpresi p53 mutan itu akan memacu proses apoptosis atau program bunuh diri sel kanker. Selain itu juga memberikan kesempatan sel untuk melakukan perbaikan asam deoksiribonukleat.
Hasil uji pun menunjukkan tidak ada perbedaan potensi antara pemberian ekstrak umbi bawang berlian fraksi etanolik dan fraksi petroleum eter dalam menekan ekspresi p53 mutan sel kanker payudara. Artinya hasil kedua ekstraksi itu sama-sama potensial berkhasiat antikanker. Kematian sel kanker payudara T47D dan MCF7 karena induksi bahan aktif yang terkandung dalam umbi bawang berlian.

Donor atom
Salah satu senyawa yang terkandung dalam bawang berlian adalah flavonoid. Senyawa itu terbukti berkhasiat kuat sebagai antioksidan, menghambat penggumpalan keping sel darah, merangsang produksi nitrit oksida yang dapat melebarkan pembuluh darah, dan menghambat pertumbuhan sel kanker. Dalam menghambat pertumbuhan sel kanker, senyawa flavonoid berfungsi sebagai pemberi atom hidrogen pada radikal lipid.
Dengan memberikan atom hidrogen, maka radikal lipid akan berubah menjadi bentuk lebih stabil dan tidak mengakibatkan kerusakan yang lebih berat. Secara empiris masyarakat memang banyak menggunakan bawang berlian sebagai obat tradisional. K Heyne dalam “Tumbuhan Berguna Indonesia” mengungkapkan bahwa umbi bawang Eleutherine americana itu sangat baik untuk peluruh kemih, muntah, dan pencahar.
Menurut Ir Wahyu Suprapto, mantan kepala Balai Materia Medika, yang menekuni pengobatan tradisional, bawang berlian juga mempunyai khasiat lain yang unik, yakni mempercepat masak bisul. Itu karena bawang sabrang bersifat dingin bertolak belakang dengan sakit bisul yang bersifat panas. Bawang tiwai alias bawang berlian memang terbukti berlimpah khasiat.

http://www.trubus-online.co.id/index.php/tulisan-lain/obat-tradisional/6476-pelindung-mahkota-kedua.html