Bawang Dayak untuk Pengobatan Kanker, Jantung, dan Diabetes
Sudah sejak lama bawang dayak
dimanfaatkan sebagai obat aneka penyakit, antara lain sembelit, sulit
buang air kecil, radang usus, disentri, luka, bisul, muntah, hingga
penyakit kuning. Bukan hanya itu, beberapa penyakit berat, seperti
kanker payudara, diabetes melitus, hipertensi, dan hiperkolesterol
dipercaya dapat diatasi dengan bawang dayak. Meskipun demikian, studi
mengenai manfaat bawang dayak untuk kesehatan masih belum banyak dilakukan.
Bawang dayak untuk obat hipertensi dan diabetes
Menurut Prof Dr Sidik Apt (guru besar emiritus Fakultas Farmasi Universitas Padjajaran) bawang dayak mengandung alisin. Senyawa inilah yang bermanfaat menurunkan tekanan darah dan menurunkan kekentalan darah.
Kandungan naphtoquinones dalam bawang dayak dikenal sebagai antimikroba,
antifungal, antivirial, dan antiparasitik. Selain itu, naphtoquinones
memiliki bioaktivitas sebagai antikanker dan antioksidan. Bukan hanya
naphtoquinones, kandungan alkaloid, flavonoid, glikosida, dan saponin
juga mendatangkan khasiat kesehatan, yakni sebagai hipoglikemik atau
penurun kadar glukosa darah untuk terapi penderita diabetes melitus.
Sebuah studi preklinis yang dilakukan oleh Sa’roni, dkk. yang
dipublikasikan pada Cermin Dunia Kedokteran tahun 1992 menyatakan bahwa
bawang dayak memiliki efek anti-inflamasi atau antiperadangan.
Antioksidan, Penangkal Radikal Bebas
Tahukah Anda bahwa bawang dayak berkhasiat sebagai antimelanogenesis
(mencegah timbulnya bintik atau titik-titik hitam di kulit) dan
antioksidan (menangkal radikal bebas). Hal ini disebabkan oleh kandungan
senyawa golongan alkaloid, flavonoid, steroid (triterpenoid),
glikosida, glikosida antrakinon, dan saponin dalam bawang dayak.
Menurut Dr Sukrasno MS, farmakolog dari Sekolah Farmasi Institut
Teknologi Bandung, bawang dayak kaya akan antosianin—senyawa pewarna
alami yang memberikan warna merah pada bawang dayak. Menurut Prof. Dr.
Sidik, Apt. (guru besar emiritus Fakultas Farmasi Universitas
Padjajaran) antosianin merupakan antioksidan yang berperan menetralkan
radikal bebas. Berkurangnya kadar radikal bebas dalam tubuh, risiko
untuk menderita penyakit kanker, jantung, dan diabetes semakin
berkurang.
Fenolik Sederhana dan Naphtokuinones, Agen Antikanker
Menurut de Padua dkk dalam Plant Resources of South East Asia tahun
1999, kandungan fenolik sederhana, tanin, quinines, dan antosianin dalam
bawang dayak merupakan senyawa yang memiliki efek terhadap pengobatan
kanker. Sebuah studi yang dilakukan oleh Vita Permanasari, Mahasiswa
Fakultas Kedokteran UGM, menyatakan bahwa ekstrak bawang dayak memiliki
kemampuan untuk menghambat perkembangan sel kanker darah manusia.
Sebuah riset ilmiah yang dilakukan oleh Himawan Budityastomo dari
Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara membuktikan ekstrak
bawang dayak dapat menurunkan tingkat ekspresi cyclin-E sel kanker rahim
manusia. Turunnya aktivitas cyclin-E menyebabkan terjadinya apoptosis
atau kematian sel kanker. Sementara itu, menurut Petr Babula (peneliti
di Department of Natural Drugs, University of Veterinary and
Pharmaceutical Sciences, Republik Ceko), naphtokuinones dalam bawang
dayak merupakan senyawa yang berperan sebagai agen antikanker.
Bawang Dayak, Pemelihara Kesehatan Ginjal
Penelitian lain yang dilakukan oleh Arnida dkk dari Farmasi Universitas
Lampung menjelaskan ekstrak bawang dayak dapat menurunkan kadar kalsium
urine, meningkatkan volume air seni selama 24 jam (bersifat diuretik
atau peluruh kencing), dan menurunkan pH air seni. Aktivitas diuretik
pada bawang dayak bisa memudahkan penghancuran dan pengeluaran batu
ginjal.